DATA
NeutralRemala Abadi Tbk
SENTIMEN 7 HARI
Neutral
61% berita netral
TOTAL BERITA
28
dari 8 sumber berbeda
BERITA PENTING
1 dari 28
Berpotensi gerakkan harga saham
DIANALISIS AI
28/28
Semua berita sudah diringkas
BEI Soroti Manuver Grup Djarum & Fasilitas Kredit Remala Abadi (DATA)
BEI menyoroti manuver Grup Djarum dan fasilitas kredit Remala Abadi (DATA), menimbulkan pertanyaan tentang tata kelola dan potensi risiko.
Modal Asing Rp 1,3 T Cabut dari Pasar Modal RI
Investor asing melepas saham senilai Rp 1,36 triliun pada Jumat, menekan saham DATA. Arus keluar modal ini berpotensi menekan harga saham DATA lebih lanjut karena berkurangnya permintaan domestik.
Rupiah Melemah ke Rp 17.936, Pasar Menanti Sinyal The Fed dan Data AS
DATA berpotensi tertekan seiring pelemahan Rupiah ke Rp17.936/USD, menanti sinyal The Fed dan data AS. Pelemahan kurs dapat meningkatkan beban utang luar negeri dan biaya impor bahan baku DATA, menekan profitabilitas.
Inggris Terancam Krisis Air Imbas Tren Data Center AI
DATA berpotensi tertekan seiring tren data center AI di Inggris yang mengancam krisis air.
Istana Kirim Sinyal Pangkas Anggaran MBG, Tunggu Hasil Evaluasi BGN
Pemerintah berencana memangkas anggaran Program MBG yang berpotensi berdampak pada pendapatan Remala Abadi Tbk (DATA). Penurunan ini dapat menekan kinerja keuangan DATA karena ketergantungan pada program tersebut.
32.389 Orang Kena PHK Sepanjang Januari-Juni!
Data PHK Januari-Juni 2026 berpotensi menekan daya beli konsumen dan meningkatkan biaya operasional emiten, termasuk DATA.
Picu Volatilitas Bursa Saham: Trump Jual Data Penggerak Pasar
Remala Abadi Tbk (DATA) berpotensi terpengaruh oleh volatilitas bursa saham akibat penjualan data oleh Trump. Sentimen pasar yang bergejolak dapat menekan harga saham DATA karena investor cenderung menghindari aset berisiko.
Data Inflasi AS Rendah, Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini
DATA berpotensi tertekan seiring pelemahan rupiah terhadap dolar AS akibat data inflasi AS yang rendah. Penguatan dolar AS secara historis berkorelasi negatif dengan kinerja emiten yang bergantung pada impor.
Harga Emas Bangkit Usai 2 Hari Terjepit, Saatnya Jual atau Beli?
Kenaikan harga emas dunia pasca rilis data ekonomi AS berpotensi menekan kinerja Remala Abadi Tbk (DATA) karena biaya bahan baku yang lebih tinggi. Sentimen negatif ini dapat membebani profitabilitas emiten di sektor tersebut.
Inflasi AS Melandai, Wall Street Ditutup Menghijau
DATA berpotensi tertekan seiring bursa saham AS yang menghijau pasca rilis data inflasi yang melandai. Pelemahan ini lebih bersifat sentimen pasar global yang dapat mempengaruhi aliran dana asing ke saham-saham seperti DATA.
Jumlah Korban PHK Diduga Lebih Besar dari Data Pemerintah
DATA berpotensi tertekan jika isu PHK yang lebih besar dari data pemerintah terbukti, karena dapat mengindikasikan pelemahan ekonomi yang lebih dalam.
Investor Cermati Data Penting AS, Bursa Asia Dibuka Loyo
DATA berpotensi tertekan seiring pelemahan bursa Asia-Pasifik akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran inflasi.
Truk ODOL Lewat Tol Mulai Mengkhawatirkan, Ini Datanya
DATA berpotensi terdampak negatif oleh peningkatan pelanggaran batas dimensi dan muatan truk ODOL di tol pada 2025.
Korupsi Batu Bara PLTU: Data Spek Termonitor Ketat, Mudah Diendus
Dugaan korupsi pengadaan batu bara PLTU yang mudah ditelusuri oleh IMEF berpotensi menimbulkan sentimen negatif bagi DATA karena dapat memicu investigasi lebih lanjut terhadap operasional perusahaan.
Waspada Customer Service Palsu, Ini Langkah yang Perlu Dilakukan Investor
Remala Abadi Tbk (DATA) mengimbau investor waspada terhadap penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan sekuritas. Hal ini berpotensi menurunkan kepercayaan investor terhadap emiten dan aktivitas transaksi di DATA.
Harga Emas Lanjut Menguat di Pagi Ini (2/7), Disokong Data Pekerjaan AS yang Lemah
Penguatan harga emas berpotensi menekan biaya produksi DATA yang menggunakan emas sebagai bahan baku utama.
Inflasi Tahunan Juni 2026 Naik ke 3,34%, Tertinggi Setahun Terakhir Imbas BBM
Kenaikan inflasi Juni ke 3,34% akibat BBM berpotensi menekan daya beli konsumen, berdampak negatif pada emiten ritel seperti DATA.
Didorong Kenaikan BBM, Ekonom Ramal Inflasi Juni Naik ke 3,41%
Kenaikan inflasi Juni ke 3,41% akibat kenaikan BBM berpotensi menekan daya beli masyarakat. Hal ini dapat berdampak negatif pada DATA karena penurunan konsumsi barang dan jasa yang dijual perusahaan.
Yen Jepang Anjlok, Bursa Asia Dibuka Beragam
DATA berpotensi tertekan akibat pelemahan yen yang memicu volatilitas bursa Asia. Sentimen negatif pasar global ini dapat membebani saham-saham berkapitalisasi besar seperti DATA, meskipun tidak ada berita spesifik perusahaan.
Penyebab IHSG Hari Ini Ambruk 3% dan Transaksi Sepi
Saham DATA kemungkinan ikut tertekan seiring anjloknya IHSG lebih dari 3% akibat tekanan jual tinggi dan transaksi sepi.
Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Laporan Scam Tertinggi
DATA berpotensi tertekan karena Jawa Barat, pasar utamanya, jadi provinsi dengan laporan scam tertinggi. Ini bisa berdampak negatif pada reputasi dan kepercayaan konsumen terhadap platform DATA.
Harga Emas Dibayangi Tekanan Suku Bunga, Investor Cermati Data Ekonomi AS
DATA berpotensi tertekan seiring harga emas yang dibayangi tekanan suku bunga tinggi dan fokus investor pada data ekonomi AS.
7 Hari Terakhir