PGAS
BearishPerusahaan Gas Negara Tbk
SENTIMEN 7 HARI
Bearish
58% berita negatif dominan
TOTAL BERITA
116
dari 13 sumber berbeda
BERITA PENTING
15 dari 116
Berpotensi gerakkan harga saham
DIANALISIS AI
116/116
Semua berita sudah diringkas
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Konflik Iran dan Harga Minyak
Melemahnya Rupiah meningkatkan beban utang PGAS yang berdenominasi Dolar AS. Kenaikan harga minyak juga dapat mempengaruhi biaya operasional dan potensi penyesuaian tarif gas.
Rupiah Menutup Pekan di Rp17.600/US$
PGAS berpotensi tertekan karena pelemahan Rupiah dapat meningkatkan biaya utang dalam mata uang asing. Beban bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi laba bersih perusahaan.
Menteri ESDM Bahlil Sebut Anggaran Subsidi Akan Ditambah Imbas Harga Minyak Naik
PGAS berpotensi diuntungkan karena kenaikan harga minyak dunia dapat mendorong peningkatan pendapatan dari segmen bisnis yang terkait dengan harga minyak. Hal ini dapat meningkatkan margin keuntungan perusahaan.
Lonjakan Harga Minyak Ancam Ekonomi Asia, Subsidi Jadi Beban
PGAS berpotensi tertekan karena lonjakan harga minyak mentah meningkatkan biaya operasional dan potensi kenaikan harga gas yang harus dibeli perusahaan. Kenaikan biaya ini dapat menekan margin keuntungan PGAS.
Produksi Minyak Saudi Kembali Anjlok ke Level Terendah Sejak 1990
PGAS berpotensi tertekan karena penurunan produksi minyak mentah global dapat mengurangi pasokan gas alam yang terkait. Hal ini dapat menaikkan biaya bahan baku atau mengurangi ketersediaan gas untuk operasi domestik.
Video: Serangan Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Tembus USD 103
PGAS berpotensi tertekan karena kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan yang bergantung pada bahan bakar fosil. Kenaikan biaya bahan baku dapat menekan margin keuntungan.
Yields Hit Multiyear Highs on Oil Surge, Fed Hike Bets
Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan biaya operasional PGAS jika sebagian bahan bakunya terkait dengan harga minyak. Peningkatan biaya ini dapat menekan margin keuntungan perusahaan.
Oil Trades Near $107 as Houthi-Saudi Fighting Escalates
PGAS berpotensi terdampak secara tidak langsung karena fluktuasi harga minyak dapat memengaruhi biaya operasional dan permintaan gas di beberapa segmen bisnisnya. Namun, kontrak jangka panjang PGAS dapat memitigasi dampak langsung.
Imbal Hasil Obligasi Global Terus Naik, Lonjakan Harga Minyak Kerek Risiko Inflasi
PGAS berpotensi tertekan karena lonjakan harga minyak mentah dapat meningkatkan biaya operasional dan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi gas. Kenaikan biaya ini dapat menggerus margin keuntungan perusahaan.
Asian stocks tumble as oil surge, Fed hike bets overshadow chip optimism
Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi meningkatkan biaya operasional PGAS jika sebagian bahan bakarnya terkait dengan harga minyak. Hal ini dapat menekan margin keuntungan perusahaan.
Harga Minyak RI Tembus US$ 89/Barel, Naik US$ 7,75 dalam Sebulan
PGAS berpotensi mendapat dorongan positif karena kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi harga gas bumi tertentu yang terkait dengan indeks harga minyak. Peningkatan harga jual gas dapat meningkatkan pendapatan PGAS.
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%
PGAS berpotensi tertekan karena kenaikan harga minyak mentah global meningkatkan biaya operasional dan potensi biaya bahan bakar untuk distribusi gas. Hal ini dapat menekan margin keuntungan perusahaan.
ICP Agustus 2026 Naik ke US$89,43/Barel Dipicu Risiko Geopolitik
Kenaikan ICP berpotensi meningkatkan biaya bahan baku bagi PGAS jika sebagian operasinya menggunakan minyak mentah. Namun, dampak ini dapat diimbangi oleh potensi kenaikan harga jual gas.
Dolar AS Balik ke Level Rp 17.600
Penguatan dolar AS menekan nilai utang dalam mata uang asing yang dimiliki PGAS. Biaya pembayaran bunga utang dalam Rupiah menjadi lebih mahal seiring pelemahan nilai tukar.
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik 9,5% Didorong Memanasnya Risiko Geopolitik
Kenaikan harga minyak mentah dapat mendorong harga jual gas bumi yang terkait dengan ICP, berpotensi meningkatkan pendapatan PGAS. Dampak bergantung pada kontrak jual beli gas yang dimiliki perusahaan.
Harga Minyak Brent Tembus US$108 per Barel, Dipicu Perang Houthi-Arab Saudi
PGAS berpotensi terdampak secara tidak langsung karena kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi biaya operasional dan logistik perusahaan. Namun, sebagai penyalur gas, dampak langsung pada pendapatan mungkin lebih terbatas dibandingkan produsen minyak.
Harga Minyak Dunia Sudah Tembus US$ 108 per Barel!
Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan pendapatan PGAS dari segmen penjualan gas alam yang terkait dengan harga minyak. Namun, dampak ini perlu diimbangi dengan potensi kenaikan biaya operasional yang terkait dengan energi.
Konflik AS-Iran Panas, Brent Tembus USD109 Ancam APBN
PGAS berpotensi tertekan karena kenaikan harga minyak mentah (Brent) dapat meningkatkan biaya operasional dan bahan baku gasifikasi jika perusahaan mengimpor sebagian pasokannya. Selain itu, ancaman terhadap APBN dapat mengurangi belanja pemerintah untuk proyek infrastruktur energi.
Harga Minyak Naik & Inflasi AS Panas, Bursa Asia Bersiap Melemah
PGAS berpotensi tertekan karena kenaikan harga minyak mentah global dapat meningkatkan biaya pengadaan gas alam yang diimpor atau terkait dengan harga minyak. Peningkatan biaya ini dapat membebani profitabilitas perusahaan.
Global Bond Selloff Sends 10-Year Treasury Yields to Cusp of 5%
Kenaikan yield obligasi global dapat meningkatkan biaya pendanaan PGAS jika perusahaan menerbitkan utang baru. Biaya yang lebih tinggi dapat menekan margin keuntungan perusahaan.
Asian Stocks, Bonds to Drop on Oil, Inflation Woes: Markets Wrap
Kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan biaya operasional PGAS yang menggunakan bahan bakar berbasis minyak. Kenaikan biaya ini dapat menekan margin keuntungan perusahaan jika tidak dapat diteruskan ke konsumen.
S&P 500 Ditutup Melemah, Yield Treasury Naik dan Kekhawatiran Inflasi Menguat
Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi dapat meningkatkan biaya operasional PGAS, terutama jika sebagian besar energi yang digunakan perusahaan terkait dengan harga minyak. Hal ini berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan.
Dollar Rises as Fed Hike Bets Grow Heading Into Inflation Report
Penguatan Dolar AS dapat meningkatkan biaya utang dalam Dolar bagi PGAS, yang memiliki eksposur utang internasional. Kenaikan biaya bunga dapat menekan profitabilitas perusahaan.
S&P 500 Slides Fourth Straight Day as Oil Prices, Yields Surge
Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi menekan margin keuntungan PGAS. Kenaikan biaya bahan bakar untuk operasional dan potensi penyesuaian harga gas yang tertinggal dari laju harga minyak dapat membebani profitabilitas.
Nakhle: Oil Volatility to Stay Until Iran Endgame Clear
Volatilitas harga minyak mentah yang tinggi dapat mempengaruhi biaya operasional dan potensi pendapatan PGAS jika ada eksposur langsung terhadap fluktuasi harga energi global. Namun, sebagai penyalur gas domestik, dampak langsungnya mungkin terbatas.
Minyak Tembus USD101, Yield AS Naik, Bursa Asia Terkapar
Kenaikan harga minyak mentah dapat meningkatkan biaya operasional PGAS jika sebagian bahan bakarnya terkait dengan harga minyak dunia. Hal ini berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan.
7 Hari Terakhir