AKRA
BearishAKR Corporindo Tbk
SENTIMEN 7 HARI
Bearish
49% berita negatif dominan
TOTAL BERITA
88
dari 18 sumber berbeda
BERITA PENTING
39 dari 88
Berpotensi gerakkan harga saham
DIANALISIS AI
88/88
Semua berita sudah diringkas
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp18.009 per USD
AKRA berpotensi tertekan karena pelemahan Rupiah meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi yang mereka distribusikan. Kenaikan biaya operasional ini akan langsung menekan margin keuntungan perusahaan.
Dolar AS Kembali Tekan Rupiah, Balik ke Level Rp 18.000/US$
AKRA berpotensi tertekan karena sebagian besar impor bahan baku dan operasionalnya menggunakan dolar AS. Pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya pokok penjualan dan menekan margin.
Harga Minyak Ambles 4%, Pasar Hitung Ulang Risiko Hormuz
AKRA berpotensi tertekan karena segmen bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) akan terdampak oleh penurunan harga minyak dunia. Hal ini dapat mengurangi nilai pendapatan dari penjualan BBM.
Harga Minyak Anjlok 5% Usai AS & Iran Setop Saling Serang
AKRA berpotensi tertekan karena segmen bisnis trading dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) perusahaan akan terdampak oleh penurunan harga minyak dunia. Hal ini dapat mengurangi nilai pendapatan dari penjualan BBM.
Dari SWF Norwegia Hingga Dapen Malaysia, Ini Daya Tarik AKRA
[filtered: not market relevant]
Stocks, Bonds Rise in Relief Rally as Oil Tumbles: Markets Wrap
AKRA berpotensi tertekan karena bisnis utamanya adalah perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak. Penurunan harga minyak mentah global akan berdampak negatif pada nilai penjualan dan margin keuntungan perusahaan.
Latest Oil Market News and Analysis for July 27
AKRA berpotensi tertekan karena penurunan harga minyak mentah global dapat mengurangi nilai persediaan bahan bakar yang dimiliki perusahaan. Hal ini dapat berdampak pada pendapatan dari segmen perdagangan dan distribusi bahan bakar.
Fed Gelar Rapat Pekan Ini Saat Harga Minyak Naik, Suku Bunga Naik?
Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya bahan baku untuk bisnis hilir AKRA, seperti distribusi BBM. Hal ini berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan jika kenaikan biaya tidak sepenuhnya diteruskan ke konsumen.
Harga Minyak Brent Mulai Melandai di Bawah US$100
AKRA berpotensi terdampak karena segmen bisnis bahan bakar minyaknya akan mengalami penyesuaian harga jual seiring dengan tren penurunan harga minyak Brent. Hal ini dapat mempengaruhi margin keuntungan dari penjualan BBM.
Purbaya Buka-bukaan soal Ruang Belanja Terbatas Gegara Harga Minyak Naik
AKRA berpotensi tertekan karena kenaikan harga minyak mentah dunia meningkatkan biaya operasional dan harga pokok penjualan perseroan. Hal ini dapat menggerus margin keuntungan dari segmen distribusi bahan bakar.
Foto : AKR Corporindo (AKRA) Tebar Dividen Rp 50 per Saham, Cair 14 Agustus 2026
AKR Corporindo (AKRA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 50 per saham pada 14 Agustus 2026. Pembagian dividen ini mengindikasikan kinerja positif perusahaan dan berpotensi meningkatkan sentimen investor terhadap saham AKRA.
China Buru-buru Borong Minyak Rusia, Harga ESPO Makin Naik
AKRA, sebagai distributor produk minyak bumi, berpotensi merasakan dampak dari perubahan harga ESPO. Kenaikan harga dapat meningkatkan nilai persediaan dan potensi margin, namun juga berisiko pada volume penjualan jika harga jual mengikuti kenaikan.
Prospek dan Rekomendasi Saham AKRA Usai Raih Lonjakan Laba 21% di Semester I-2026
AKRA berpotensi melanjutkan tren positif seiring lonjakan laba bersih 21% di semester I-2026. Pertumbuhan laba ini secara langsung meningkatkan valuasi perusahaan dan prospek kinerja ke depan.
Brent Tembus US$100, Dunia Kian Getol Berburu Minyak AS
AKRA berpotensi diuntungkan melalui segmen distribusi bahan bakar minyak (BBM) ritelnya. Kenaikan harga minyak mentah global berpotensi diteruskan ke harga jual BBM di pasar domestik, meningkatkan margin penjualan AKRA.
Laba AKR Corporindo (AKRA) Naik 21% Jadi Rp 1,43 Triliun per Semester I-2026
AKR Corporindo (AKRA) membukukan laba bersih Rp 1,43 triliun di semester I-2026, naik 21% YoY. Pertumbuhan kinerja ini mengindikasikan fundamental kuat AKRA, berpotensi mendorong sentimen positif bagi harga sahamnya.
Global Bonds Are Reeling as Oil Surge Renews Inflation Threat
AKRA berpotensi diuntungkan karena kenaikan harga minyak global dapat meningkatkan nilai penjualan produk BBM dan petrokimia yang didistribusikan oleh perusahaan. Peningkatan harga jual ini berpotensi meningkatkan pendapatan AKRA.
Harga Minyak Dunia Sempat US$ 100, Ancaman Perang Bikin Pasar Deg-degan
AKRA berpotensi tertekan karena sebagai distributor bahan bakar, kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan biaya perolehan persediaan. Jika kenaikan ini tidak sepenuhnya diteruskan ke konsumen, margin perusahaan dapat tergerus.
SKK Migas sebut 72% Produksi Gas Proyek North Hub untuk Kebutuhan Domestik
AKRA berpotensi terpengaruh karena sebagai distributor energi, ketersediaan gas domestik yang meningkat dapat memengaruhi dinamika harga dan pasokan di pasar industri. Dampak bergantung pada segmen bisnis AKRA yang menggunakan gas.
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Masih Di Atas US$100
AKRA berpotensi mendapat sentimen positif karena bisnis trading dan distribusinya mencakup produk BBM yang harganya berkorelasi dengan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan nilai transaksi dan margin kotor perusahaan.
Analisis Saham ASDM Semester I 2026: Kinerja Operasional dan Valuasi PT AKR Corporindo Tbk
Analisis kinerja operasional dan valuasi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di semester I 2026 menunjukkan potensi pertumbuhan yang solid. Hal ini berpotensi mendorong sentimen positif terhadap saham AKRA karena fundamental perusahaan yang kuat.
AKR Corporindo AKRA Cetak Laba Rp1,43 T di S1 2026, Dorong Kinerja Kawasan Industri
AKR Corporindo (AKRA) membukukan laba bersih Rp1,43 triliun di semester I 2026, didorong oleh kinerja kawasan industri.
Dolar AS Dekati Level Rp 18.000
AKRA berpotensi tertekan karena pelemahan Rupiah meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi yang mereka distribusikan. Kenaikan biaya operasional dapat menekan margin keuntungan perusahaan.
Bursa Asia Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
AKRA berpotensi tertekan karena lonjakan harga minyak dapat meningkatkan biaya bahan baku untuk beberapa lini bisnisnya, seperti distribusi BBM. Kenaikan biaya operasional ini dapat mengurangi profitabilitas.
CNBC Daily Open: Brent crude is back at $100 — and Trump renews tariffs
Kenaikan harga minyak mentah (Brent crude) berpotensi meningkatkan biaya bahan baku untuk bisnis hilir AKRA, seperti bahan bakar industri dan petrokimia. Peningkatan biaya input ini dapat menekan margin keuntungan segmen bisnis tersebut.
7 Hari Terakhir