BMRI
BullishBank Mandiri (Persero) Tbk.
FinancialSENTIMEN 7 HARI
Bullish
61% berita positif dominan
TOTAL BERITA
49
dari 28 sumber berbeda
BERITA PENTING
35 dari 49
Berpotensi gerakkan harga saham
DIANALISIS AI
49/49
Semua berita sudah diringkas
Few Places to Hide as Bond Selloffs Continue
Kenaikan yield US Treasury berpotensi menekan valuasi saham perbankan. Kenaikan biaya dana bank dapat terjadi jika suku bunga acuan domestik mengikuti tren kenaikan global.
Inflasi Paksa Bank Sentral Dunia Ambil Langkah Hawkish
Kenaikan suku bunga acuan global berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan naik lebih cepat dibandingkan kenaikan suku bunga pinjaman.
Sinyal Bunga The Fed dan Risiko Fiskal Domestik Masih Bayangi Rupiah Hari Ini
Potensi kenaikan suku bunga The Fed dapat menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan karena biaya dana berpotensi naik lebih cepat dari penyaluran kredit. Hal ini dapat membatasi pertumbuhan laba bersih bank.
Global Bond Selloff Sends 10-Year Treasury Yields to Cusp of 5%
Kenaikan yield obligasi global dapat mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas. Kenaikan suku bunga dapat menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan.
Inflasi IHP AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Berpotensi Naik
Potensi kenaikan suku bunga acuan global akibat inflasi AS dapat membebani biaya dana perbankan. BMRI berisiko mengalami tekanan pada margin bunga bersih (NIM) akibat kenaikan biaya deposito.
Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond Rp 13,14 Triliun
Bank Mandiri menerbitkan perpetual bond senilai Rp 13,14 triliun untuk memperkuat struktur modal. Penerbitan ini berpotensi meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) bank, yang merupakan sentimen positif bagi BMRI.
Seberapa Penting Asuransi Jiwa Kredit buat Nasabah Bank?
BMRI berpotensi mendapatkan peningkatan pendapatan premi dari produk asuransi jiwa kredit yang didistribusikan melalui jalur bancassurance. Peningkatan penetrasi produk ini dapat menambah diversifikasi sumber pendapatan non-bunga.
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.547 per USD, Berikut Sentimen Pemicunya
Melemahnya Rupiah dapat meningkatkan biaya dana bagi bank karena potensi kenaikan suku bunga acuan untuk menstabilkan nilai tukar. Hal ini berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) BMRI.
PGIM's Neiss Says 10-Year Yields Above 5% Not 'Implausible'
Kenaikan yield obligasi AS dapat mendorong Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Kenaikan suku bunga acuan akan meningkatkan biaya dana bagi perbankan, menekan margin bunga bersih (NIM).
Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Begini Prospek Saham BMRI
Bank Mandiri (BMRI) membagikan dividen interim sebesar Rp6,16 triliun, mengindikasikan profitabilitas kuat dan komitmen pengembalian nilai ke pemegang saham.
Dolar Mantap di 98,8, Peluang Suku Bunga Fed Naik 60%
BMRI berpotensi tertekan karena kenaikan suku bunga acuan The Fed dapat mendorong Bank Indonesia untuk turut menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya dana bank dan menekan margin bunga bersih (NIM).
Yield Obligasi AS 10 Tahun Tembus 4,85%, Ancam SBN Indonesia
Kenaikan yield obligasi AS berpotensi mendorong investor asing menarik dananya dari SBN Indonesia, yang dapat meningkatkan biaya dana perbankan. BMRI bisa mengalami tekanan pada NIM jika biaya dana wholesale naik lebih cepat dari kemampuan menaikkan suku bunga kredit.
IHSG Rabu Turun Tipis 0,12 Persen, 3 Big Banks Anjlok, BBCA Terdalam
BMRI berpotensi tertekan seiring dengan anjloknya saham bank besar lainnya, menunjukkan adanya sentimen negatif yang meluas di sektor perbankan. Penurunan ini dapat dipengaruhi oleh persepsi pasar terhadap risiko yang dihadapi bank-bank besar.
Kinerja Bank Mandiri (BMRI) 8 Bulan 2026: Laba Naik 22,3%
Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih sebesar 22,3% dalam 8 bulan pertama tahun 2026. Pertumbuhan laba yang kuat ini mengindikasikan fundamental perseroan yang solid dan berpotensi mendorong sentimen positif terhadap saham BMRI.
Komisaris Bank Mandiri Yuliot Borong 45.200 Saham BMRI di Atas Harga Rp 4.300
Komisaris Bank Mandiri Yuliot melakukan pembelian 45.200 saham BMRI di atas harga Rp 4.300. Transaksi oleh orang dalam ini mengindikasikan keyakinan terhadap prospek positif perusahaan, berpotensi menopang harga saham.
Kenaikan Suku Bunga dan Minyak Global Juga Tekan Harga Emas
BMRI berpotensi tertekan karena kenaikan suku bunga acuan global akan mendorong kenaikan biaya dana (cost of funds) bagi perbankan. Kenaikan biaya dana yang lebih cepat dari kenaikan yield kredit dapat menekan margin bunga bersih (NIM) BMRI.
SocGen’s Bokobza Says 5.5% Treasury Yield Would Crack Equities
Kenaikan yield US Treasury ke 5.5% dapat menekan valuasi ekuitas secara global, termasuk perbankan besar seperti BMRI. Biaya dana yang lebih tinggi berpotensi membatasi ruang ekspansi kredit dan menekan margin keuntungan bank.
IHSG Menutup Perdagangan Saham Perbankan Melemahal 7 September 2026
BMRI berpotensi tertekan karena kenaikan suku bunga acuan BI dapat meningkatkan biaya dana perseroan. Hal ini berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) BMRI, meskipun basis dana murahnya yang kuat dapat memitigasi dampak.
Saham Bank Kompak Melemah, Ini Sentimen Penggeraknya di Pekan Ini
BMRI berpotensi tertekan karena kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat meningkatkan biaya dana (cost of funds) bagi bank. Dampak pada NIM akan bergantung pada komposisi dana murah dan kredit perusahaan.
Data Inflasi dan Prospek Suku Bunga Uji Wall Street Pekan Ini
Potensi kenaikan suku bunga acuan BI sebagai respons inflasi dapat menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank berpotensi naik lebih cepat dibandingkan kenaikan imbal hasil aset produktif.
China Suntik Dana US$54 Miliar kepada Bank dan Asuransi Milik Negara
BMRI berpotensi diuntungkan karena suntikan dana dari pemerintah China dapat memperkuat modal dan likuiditas bank. Hal ini memungkinkan BMRI untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit dan ekspansi bisnis.
7 Hari Terakhir