BMRI
BullishBank Mandiri (Persero) Tbk.
FinancialSENTIMEN 7 HARI
Bullish
38% berita positif dominan
TOTAL BERITA
71
dari 18 sumber berbeda
BERITA PENTING
34 dari 71
Berpotensi gerakkan harga saham
DIANALISIS AI
71/71
Semua berita sudah diringkas
Rupiah Tertekan Imbas Pengunduran Diri Gubernur BI, Simak Proyeksinya Selasa (28/7)
Risiko perlambatan ekonomi akibat pelemahan Rupiah dapat memengaruhi kinerja kredit korporasi dan ritel yang dilayani BMRI. Hal ini berpotensi menekan pertumbuhan pendapatan bunga bersih bank.
Rupiah Jeblok Lagi ke 18.000 per Dolar AS usai Gubernur BI Mundur
BMRI berpotensi tertekan karena pelemahan Rupiah dapat meningkatkan biaya pendanaan bank yang memiliki kewajiban valas. Ketidakpastian dapat menahan pertumbuhan bisnis korporasi.
Yield SUN Tenor 10 Tahun Naik Jadi 7,37%, Investor Dibayangi Risiko Global
Kenaikan yield SUN tenor 10 tahun berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank cenderung meningkat seiring kenaikan acuan imbal hasil obligasi pemerintah.
BI Rate Tetap 5,75%, Yield SBN 10 Tahun Malah Naik
BMRI berpotensi tertekan karena kenaikan yield SBN 10 tahun mengindikasikan potensi kenaikan biaya dana bagi bank. Hal ini dapat menekan Net Interest Margin (NIM) bank jika kenaikan biaya dana tidak diimbangi kenaikan yield kredit.
Bank Mandiri Waspadai Suku Bunga- Gejolak Global di Semester II
Bank Mandiri (BMRI) mewaspadai tantangan suku bunga dan gejolak global di semester II-2026 yang berpotensi membayangi kinerja perbankan.
AllianzGI Menilai Selektivitas Investasi Jadi Kunci Hadapi Kebijakan The Fed
Kenaikan suku bunga acuan The Fed berpotensi menekan Margin Bunga Bersih (NIM) perbankan. Peningkatan biaya dana bank dapat mengurangi selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga.
SMF Prediksi Bunga Acuan BI Naik hingga 6,75%, Permintaan KPR Berpotensi Lesu
Kenaikan BI rate berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan karena biaya dana akan meningkat lebih cepat dari imbal hasil kredit. Hal ini dapat mengurangi profitabilitas BMRI di tengah potensi perlambatan penyaluran kredit.
BI Diprediksi Kembali Naikkan Suku Bunga
Kenaikan suku bunga acuan BI berpotensi menekan Net Interest Margin (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan naik lebih cepat dibandingkan kenaikan imbal hasil kredit.
Pasar Nanti BI Rate, IHSG Menuju 6.400
Potensi kenaikan BI Rate akan menekan Net Interest Margin (NIM) perbankan. Biaya dana perbankan berpotensi naik lebih cepat dibandingkan kenaikan yield kredit, menekan profitabilitas.
Mayoritas Ekonom Ramal BI Rate Naik, Waspada IHSG Berisiko Tertekan
Potensi kenaikan BI Rate akan menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan naik lebih cepat dibandingkan imbal hasil kredit yang dapat disesuaikan.
Pilah-Pilih Saham Potensial Cuan saat BI Diramal Naikkan Suku Bunga ke 6%
Kenaikan suku bunga acuan BI ke 6% berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan naik lebih cepat dibandingkan kenaikan suku bunga kredit, sehingga menekan profitabilitas.
Proyeksi BI Rate Naik: Sektor Properti hingga Konsumer Dibayangi Risiko
Kenaikan suku bunga acuan BI berpotensi menekan Net Interest Margin (NIM) perbankan. Hal ini dapat membatasi potensi pelebaran margin keuntungan BMRI jika biaya dana tumbuh lebih pesat dari pendapatan bunga.
Rapor Saham Bank 2025: Big Caps Merah, Second Liner Pesta
BMRI berpotensi tertekan karena tren penurunan laba bersih bank besar (big caps) di 2025 dapat membatasi potensi pertumbuhan dividen dan kenaikan harga sahamnya. Hal ini disebabkan oleh potensi tekanan pada margin keuntungan bersih bank besar.
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik
Kenaikan BI Rate berpotensi menekan Net Interest Margin (NIM) perbankan karena biaya dana naik lebih cepat dari imbal hasil kredit. Profitabilitas BMRI dapat tergerus jika biaya dana perseroan meningkat signifikan.
Purbaya Akui Likuiditas Kian Ketat: Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif
BMRI berpotensi tertekan oleh pengetatan likuiditas yang dapat membatasi pertumbuhan kredit. Penurunan DPK secara agregat membatasi kemampuan bank untuk menyalurkan dana produktif.
Purbaya Bidik 40 Perusahaan Baja Diduga Kurangi Setoran Pajak
BMRI berpotensi tertekan karena peningkatan risiko kredit macet dari debitur di sektor baja yang bermasalah. Penurunan kinerja perusahaan baja dapat berdampak pada kualitas aset bank yang menyalurkan kredit ke sektor tersebut.
Mirae Asset Sekuritas Prediksi Suku Bunga Dikerek ke 6% pada 2026
Proyeksi kenaikan suku bunga acuan ke 6% pada 2026 berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan akan meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan imbal hasil kredit.
Nada Hawkish Menguat, Pejabat The Fed Makin Kompak Dukung Kenaikan Suku Bunga
Kenaikan suku bunga acuan The Fed berpotensi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan. Biaya dana bank diperkirakan naik lebih cepat dibandingkan kenaikan suku bunga kredit, sehingga menekan profitabilitas.
Bos Taspen Buka Suara Soal Kasus Penipuan Investasi Bank Mantap
Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menghadapi kasus dugaan penipuan investasi yang diungkap oleh Taspen.
Asing Net Sell Rp 365,1 M di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya
Investor asing melakukan net sell Rp365,1 miliar di sesi I, dengan aksi jual terbesar pada saham BMRI. Pelemahan ini berpotensi menekan harga saham BMRI dalam jangka pendek karena sentimen jual investor asing.
Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi, Bank Asing Sudah Jual Rp18.285
Perbankan berpotensi tertekan karena pelemahan Rupiah dapat meningkatkan risiko kredit macet pada debitur yang memiliki eksposur valuta asing. Kenaikan biaya dana juga dapat menekan margin bunga bersih (NIM) bank.
Arah Investasi INA setelah Floating Loss Rp 24,30 Triliun di BBRI dan BMRI
BMRI terdampak floating loss Rp 24,30 triliun dari investasi INA, bersama BBRI. Pelemahan ini berpotensi menekan sentimen investor jangka pendek karena menyoroti risiko investasi pada saham bank himbara.
Asing Jor-joran Buang 2 Saham
Investor asing melakukan aksi jual bersih pada saham BMRI, membuang Rp 1,1 triliun. Pelemahan ini bersifat sentimen pasar jangka pendek karena fokus asing pada sektor lain, bukan masalah fundamental Bank Mandiri.
Arti Inflasi Juni yang Menyentuh 3,34% YoY
BMRI berpotensi tertekan karena inflasi tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga acuan BI. Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya dana BMRI, yang berpotensi menggerus margin bunga bersihnya.
Ekonom Proyeksi Inflasi Juni Tembus 3,5%, Ini Penyebabnya
Potensi kenaikan inflasi Juni ke 3,5% dapat mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga akan menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan karena biaya dana berpotensi naik lebih cepat dari penyaluran kredit.
7 Hari Terakhir